Sunday, 11 November 2007

Kontroversi ayat-ayat cinta (buku dan film)

sebuah hasil pemikiran akan selalu memiliki pihak-pihak yang pro dan kontra (netral juga). Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan dalam pola pikir, sudut pandang, alat analisa, wawasan, ilmu, dan perbedaan pada beragam hal lainnya. Tidak terkecuali hasil pemikiran yang berbentuk karya seni. Lihat saja kasus ayat-ayat cinta.

Pada kawasan Indonesia, buku novel ayat-ayat cinta sebagai hasil pemikiran penulisnya telah menuai kritik dari para pihak yang kontra sekaligus mendapatkan beragam pujian dari pihak yang pro. Kritik utama dan paling sering diungkap ke hadapan umum adalah keluarbiasaan Fahri sebagai tokoh utamanya. Menurut para pengritik, sosok fahri terlalu sempurna untuk ukuran seorang manusia. Oleh penulisnya, fahri digambarkan sebagai manusia yang taat beragama, cerdas, ulet, sensitif terhadap masalah sosial, pemberani, tegas, baik hati, setia, dan paham ilmu agama. Fahri menjadi seorang mahasiswa yang selalu mendapatkan gelar “luar biasa” selama dia kuliah. Penggambaran tersebut, dianggap oleh para pengritik sebagai sebuah ketidakmungkinan, atau bisa disebut sebagai khayalan tingkat tinggi, sehingga ada salah seorang saudara saya yang membuat tugas tentang ini dengan memberi judul “matinya sang pengarang”.

Bagi masyarakat Indonesia, terutama para pengritik, mungkin sosok seperti fahri masih berupa angan-angan saja, karena mereka belum pernah melihat manusia yang memiliki gambaran seperti Fahri. Bagaimana dengan pendapat penulisnya?
“…bagiku, tokoh Fahri itu justru masih kurang sempurna. Harus aku sempurnakan lagi. Dia harus lebih berjiwa malaikat ketimbang yang sudah ada. Kupikir, orang-orang kita bangsa Indonesia ini menilai fahri terlalu sempurna, karena selama ini mereka tidak pernah disuguhi bacaan dan tontonan dengan kualitas perilaku seperti fahri …”
(http://guahira.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=16&Itemid=47)
itulah pendapat sang penulis terhadap tokoh gambarannya.

Sama halnya pada format buku, film ayat-ayat cinta pun mendapatkan pihak-pihak yang pro dan kontra. Meskipun film resminya belum ditayangkan di bioskop mana pun selain dalam rangka premiernya, tapi kritik dan pujian sudah mulai bermunculan, ada tiga kemungkinan. Pertama, komentator mengomentari dari hanya sebatas yang dia lihat di premier film, yang sebenarnya belum sepenuhnya rampung. Kedua, komentator mengomentari berdasarkan film bajakannya, yang sebenarnya berasal dari premiernya. Ketiga, komentator mengomentari berdasarkan cerita dari orang yang pernah melihat premiernya atau dari film bajakannya.

Kritik-kritik yang muncul lebih kepada ketidaksesuaian film dengan novel. Kritik juga tertuju pada kurang syar'i nya film ayat-ayat cinta. Film yang berasal dari novel ini dikritik sebagai film yang lebih mirip sinetron-sinetron religi yang sering ditayangkan di televisi. Hal yang menarik dalam fenomena film ayat-ayat cinta bukanlah apa yang dikritik oleh para pengritik, tetapi lebih kepada siapa para pengritik.

Pihak pemberi pujian memiliki keanekaragaman jika dibandingkan dengan pihak pemberi kritik. Para pengritik didominasi oleh para manusia yang oleh sebagian masyarakat disebut sebagai aktivis dakwah Islam. Mereka adalah orang-orang yang umumnya beraktivitas dan berjuang serta bertujuan untuk menegakkan syari'at Islam di kalangan masyarakat. Umumnya mereka pun termasuk orang-orang yang pernah membaca novel ayat-ayat cinta. Terlepas dari apakah mereka termasuk para pengritik novel atau pemuji novel, yang jelas mereka menganggap bahwa film ayat-ayat cinta berbeda dengan novel ayat-ayat cinta. Menurut mereka film ayat-ayat cinta tidak layak untuk ditonton karena nilai dakwahnya tidak sebanding dengan novel ayat-ayat cinta, bahkan ada beberapa bagian yang justru dianggap meruntuhkan image aktivis dakwah.

“Ayat-ayat Cinta di proyeksikan untuk Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. Bisa kebayang bukan, siapa yang akan menonton film ini.”(http://hanungbramantyo.multiply.com/journal/item/3).
Itulah pandangan pembuat filmnya tentang film ayat-ayat cinta.

Berikut ada kutipan yang isinya adalah “sesuatu” dari salah seorang tokoh penulis yang juga merupakan seorang aktivis dakwah
“Seperti kata seorang teman, "Bisa jadi film itu memang cukup memadai buat sebagian penonton, tahu sendiri selera sebagian besar penonton Indonesia... bisa diukur dari sinetron-sinetron di tivi. Film AAC memang dibuat bukan untuk penonton macam 'kita'".
(http://forum.dudung.net/index.php?topic=2812.285)


sebagai penutup, ada baiknya sebelum kita mengomentari sesuatu, komentarilah terlebih dahulu diri sendiri, sudahkah kita melihat beragam sisi yang sebelumnya belum pernah dilihat? Sudahkah kita melihat apa yang dilihat oleh yang akan kita komentari? Sudahkah kita melihat apa yang subjek komentar kita ingin perlihatkan kepada orang lain? Jika anda menanyakan kembali pertanyaan itu kepada saya, maka jawaban saya adalah “sudah, meskipun tak sempurna”.

Sunday, 4 November 2007

belajar (kembali) tentang berdiskusi

Internet telah menjadi seperti sebuah dunia baru bagi sebagian orang. ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan di sana. salah satunya adalah berdiskusi. ada banyak situs forum diskusi yang tersebar di berbagai domain dan hosting. Beragam tema yang ditawarkan oleh mereka. Namun terkadang diskusi yang terjadi tidaklah sehat, hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya perbedaan yang dimiliki oleh peserta diskusi, baik perbedaan umur, perbedaan kedewasaan, perbedaan budaya dan lain-lain, meskipun sebenarnya perbedaan-perbedaan tersebut tidak terlalu membawa masalah jika peserta diskusi memahami apa yang dimaksud dengan diskusi.

Nah, agar kita dapat berdiskusi dengan sehat, ada baiknya kita belajar berdiskusi. Namun, sebelum kita belajar diskusi, ada baiknya kita sedikit belajar (kembali) tentang diskusi. Diskusi merupakan salah satu bentuk komunikasi antar manusia. Diskusi berhubungan dengan debat dan dialog, namun ada perbedaan antara ketiganya. Umumnya kekeliruan yang terjadi adalah menyamakan debat dengan diskusi.

Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Dalam debat hampir selalu ada yang menang dan kalah.

Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar.

Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan/pernyataan/keputusan. Di dalam diskusi selalu muncul perdebatan. Debat ialah adu argumentasi, adu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pemikiran/paham seseorang.

Pola-Pola Diskusi
Prasaran
  1. Penyajian bahan pokok oleh satu atau beberapa orang pembicara dengan prasaran tertulis (makalah, kertas kerja).
  2. Tanggapan terhadap bahan pokok oleh pembicara lain (penyanggah / pembahas).
  3. Tanggapan peserta diskusi (forum) terhadap bahan pokok.
Ceramah
  1. Seorang / lebih penceramah menguraikan bahan pokok.
  2. Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan dari forum untuk meminta penjelasan yang lebih teliti.
Diskusi Panel
  1. Bahan pokok disajikan oleh beberapa panelis. Panelis meninjau masalah dari segi tertentu.
  2. Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan forum untuk meminta penjelasan dari panelis.
Brainstorming
  1. Bahan pokok yang dipersiapkan ditawarkan kepada peserta diskusi oleh pimpinan.
  2. Tiap peserta diminta pendapat dan gagasannya. Sebanyak mungkin orang diajak bicara dan setiap ide dicatat.
  3. Berbagai ide disimpulkan dan ditarik benang merahnya. Kesimpulan ini kemudian dijadikan kerangkan pembicaraan dan pembahasan lebih lanjut.

Persyaratan Diskusi

Berkomunikasi dalam kelompok dengan catatan :
  1. Tata tertib tidak ketat.
  2. Setiap orang diberi kesempatan berbicara.
  3. Kesediaan untuk berkompromi.


Bagi peserta diskusi :
  1. Pengertian yang menyeluruh tentang pokok pembicaraan.
  2. Sanggup berpikir bebas dan lugas.
  3. Pandai mendengar, menjabarkan dan menganalisa.
  4. Mau menerima pendapat orang lain yang benar.
  5. Pandai bertanya dan menolak secara halus pendapat lain.

Bagi pemimpin diskusi :
  1. Sikap hati-hati,cerdas,tanggap.
  2. Pandai menyimpulkan.
  3. Sikap tidak memihak.

Ada beberapa persiapan agar diskusi dapat berjalan dengan baik dan sehat. Persiapan dapat dibagi ke dalam 2 hal, yaitu Persiapan tempat dan persiapan diri

Persiapan tempat meliputi : ketenangan, kebersihan, kenyamanan, ketersediaan prasarana

Persiapan diri meliputi : persiapan materi, pemahaman tentang diskusi, informasi-informasi pendukung, kemampuan berlogika, dan kemampuan berkomunikasi.

Ada beberapa kesalahan-kesalahan yang umumnya dilakukan oleh peserta diskusi :
  1. umumnya mendasarkan pendapat pada pendapat umum saja
  2. menutup diri pada informasi baru yang berbeda dengan yang sudah diketahui
  3. taklid pada informasi yang didapat dari orang yang dihormati
  4. salah dalam berlogika sehingga salah dalam mengambil kesimpulan
  5. menyampaikan informasi yang benar secara setengah-setengah

Selain kesalahan-kesalahan di atas masih ada kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan lain. Agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan dalam berdiskusi maka kita perlu melakukan :
  1. Klarifikasi terhadap informasi-informasi yang didapat. Untuk melakukan validasi terhadap informasi yang didapat kita bisa merujuk kepada buku-buku dari para ahli yang berkaitan dengan informasi yang kita dapat atau merujuk pada sumber informasi yang diakui, misalnya kamus ilmiah.
  2. Membuka diri pada beragam paradigma/ sudut pandang terhadap suatu masalah.
  3. Hati-hati terhadap informasi yang didapat, karena bisa jadi itu adalah hoax. hoax adalah berita bohong tentang sesuatu hal. terkadang hoax hampir mirip dengan kebenaran, bahkan ada pula bagiannya yang memang sebuah kebenaran.
  4. Tidak menjadikan pendapat umum sebagai sebuah kebenaran.
  5. Mencari padanan kata terhadap istilah yang didiskusikan. Pencarian padanan kata bisa juga dari bahasa lain yang dianggap sebagai bahasa asal dari istilah yang didiskusikan.
  6. Tidak menjadikan informasi yang meragukan sebagai dasar opini.
  7. Menyampaikan sumber informasi yang jelas dari setiap informasi yang kita sampaikan.
  8. Menyampaikan bukti-bukti konkrit dari opini yang kita sampaikan.
  9. Tidak melakukan generalisasi terhadap hal-hal yang tidak bisa digeneralisasi.
====================
Tulisan di atas merupakan pengantar dalam materi Simulasi Diskusi yang merupakan bagian dari kegiatan rekrutmen cakru UKPM birama Unikom materi tersebut disampaikan pada 3 November 2007

Sunday, 28 October 2007

sedikit pandangan tentang wanita (studi kasus aja)

ikut-ikutan saudara saya yang nulis tentang wanita di blognya. juga berhubungan dengan tulisan saya sebelumnya walaupun tidak ada kaitannya secara langsung. selain itu juga karena pengaruh suasana hati yang sedang ingin dekat dengan seseorang dekat tapi jauh, dan jauh tapi dekat. tulisan ini pun dipicu -kalo boleh dibilang sebagai alasan dasar- oleh materi obrolan ringan saya dengan seseorang, terutama bagian "menangis", "emosi", "logis", "perasaan", dan "wanita". kata dia sih waktu ngobrol dia sampai menangis, namun berhubung saya lagi ngebelakangin dia, jadi ga tau kondisi nyata nya seperti apa, dan saya dilarang melihat dia (mungkin malu kali ya... diliatin pas lagi nangis, sori bu... sengaja >:))

"kok, dirimu keliatannya hepi-hepi aja sih, kaya ga ada masalah?", kalimat tersebut merupakan bagian dari kalimat-kalimat awal pembukaan obrolan ringan saya dengan seseorang. waktu saya SMA, guru sosiologi saya pernah berkata, "manusia itu hidup dari satu masalah ke masalah lainnya, oleh karena itu yang jadi masalah bukanlah maslah tersebut, tetapi cara menyelesaikan masalah.", selain itu ada juga yang pernah berkata, "hidup itu cuma sekali, jadi nikmatin aja", dari kedua pernyataan inilah muncul sikap saya yang always be happy.

kenapa teman saya bicara seperti itu? saya sendiri tidak tahu secara pasti, tapi tampaknya dia sedang kelelahan dalam menyimpan masalah, (bener ga, bu?) saya tidak tahu dan tidak mau mencari tahu alasan sebenarnya. eh, iya. semoga sudah bisa ditebak, teman yang ngobrol ringan dengan saya ini bukan seorang laki-laki.

ada beberapa hal yang dia bicarakan dengan saya, mulai dari keinginannya untuk "menghilang", masalah ketidak sekufuan pemikirannya dengan laki-laki yang sedang taaruf dengan dia (eh, apa udah ngekhitbah ya?), dan... apa ya, lupa :D (maklum, soalnya lagi konsentrasi nyelesain kerjaan sih), kalo ga salah sih ada nangis-nangisnya gitu, misalnya, mudahnya wanita untuk menangis, keinginan dia untuk ga gampang nangis, yang buntutnya saya mengatakan "kalo mau nangis, nangis aja. ga ada yang salah kok kalo manusia menangis". kemudian juga dia ngomong tentang perasaan, saya lupa gimana redaksinya, tapi yang jelas pernyataan balesan saya adalah "mangkanya libatin perasaan juga dalam membuat keputusan, berpikirlah dengan hati dan merasalah dengan akal".

dari obrolan tersebut saya mengambil kesimpulan, bahwa teman saya yang bukan seorang laki-laki itu adalah tipe manusia yang:
1. ingin terlihat kuat dan tegar
2. masih bisa mengalami kelelahan dalam mengatasi beragam masalah yang ada
3. butuh orang lain untuk bertukar perasaan
4. masih seorang manusia
5. masih mudah terbawa emosi/ perasaan dalam menilai sesuatu

ga ada bedanya ya ama laki-laki?

Sunday, 14 October 2007

maafkan aku yang hanya bisa mencintaimu tanpa bisa memilikimu

gimana? romantis ga judul tulisan ini? he... ga ada maksud apa-apa, cuman lagi pengen aja sih... terus... pola penulisan dalam tulisan ini juga lagi pengen dibedain aja dari biasanya, lagian kan sekarang emang lagi beda, betul apa bener.... v^^

yup, hari ini adalah masih masuk ke dalam hari libur lebaran bagi umat islam, he... soalnya beberapa hari yg lalu (13/10/2007 atau ada juga yang 12/10/2007) adalah hari pertama bulan syawal, dengan kata lain, bulan romadlon telah berakhir, yang artinya adalah kewajiban untuk berpuasa di tahun hijriah kali ini telah berakhir. semua senangkah? mungkin ada yang senang ada yang sedih ada pula yang mengalami keduanya, senang dan sedih dalam waktu bersamaan. senang karena bagi mereka yang lulus -bener-bener lulus- dalam ujian romadlon akan mendapatkan status sebagai orang yang kembali suci dari dosa. sedih karena masa pelipatgandaan pahala dan masa harga diskon untuk maaf dari 4JJ1 telah berlalu.

kembali ke judul. kenapa judul dari tulisan ini seperti itu? alasannya bukan karena saya diputusin pacar saya, dia masih setia menemani saya kok, soalnya saat ini kalo ga ada saya dia ga ada yang ngurusin (pacar saya itu komputer di birama, di senat mahasiswa dan di mana-mana v^^). alasan dari lahirnya judul dari tulisan ini masih ada kaitannya dengan romadlon dan.... ada hubungannya juga dengan pacar. mau tau penjelasannya he.... mari baca terus tulisan ini. (judulnya sedih kok kesannya tulisan ini ceria ya... v^^)

romadlon adalah sebuah bulan yang sering dijadikan sebagai masa untuk melakukan akselerasi perbaikan diri, begitu banyak hadits yang memotivasi kaum muslim untuk memperbanyak kuantitas dan kualitas ibadahnya. namun, meskipun dalam salah satu hadits disebutkan bahwa tidurnya orang puasa pun adalah ibadah, tidak sedikit orang yang tidak memperbanyak aktivitas ini dalam ibadah puasanya (padahal enakan tidurkan daripada aktivitas lainnya >:))

bagi saya... romadlon kali ini dan romadlon-romadlon sebelumnya hanya bisa saya cintai tanpa bisa memilikinya :( ......, karena memang romadlon cuman sebuah bulan bukan barang atau apapun v^^. kita hanya bisa mencintai romadlon. bentuk cintanya adalah dengan memanfaatkan segala keuntungan yang ada pada bulan romadlon. sebagian besar aktivitas yang hanya ada pada bulan romadlon adalah sunah rosul. sunah memiliki dua pengertian. pertama, sunah adalah perbuatan yang jika kita melakukannya akan mendapatkan pahala sedangkan kalo ditinggalkan tidak akan mendapat dosa. kedua, sunah adalah segala perintah dan larangan dari rosul atau perbuatan rosul atau bisa juga diamnya rosul terhadap suatu urusan (bisa juga sunah disebut sebagai hadits).

balik lagi ke judul, alasan kedua munculnya judul dari tulisan ini adalah tentang pacar. banyak orang yang pacaran (yang udah nikah apalagi v^^) menganggap pacarnya adalah miliknya. ada juga orang yang beranggapan bahwa dirinya adalah milik orangtuanya atau anaknya adalah miliknya, padahal segala di dunia ini adalah milik 4JJ1, kita hanya punya hak pinjam, dan kelak hak pinjam itu akan ditanya pertanggungjawabannya. untuk masalah pacaran kayaknya saya akan bikin tulisan tentang ini, tapi ga bisa sekarang, soalnya datanya masih sangat kurang. so... tunggu aja. ^^

karena semua di dunia ini hanya sebuah pinjaman dari 4JJ1 maka kita hanya bisa mencintanya tapi tidak bisa memilikinya. jadi, maafkan aku yang hanya bisa mencintai mu tanpa bisa memilikimu

Sunday, 30 September 2007

tdak semua kebaikan itu baik

banyak orang yang senang berbuat baik. banyak pula yang berniat untuk berbuat baik, namun tidak semua perbuatan baik orang-orang tersebut dilakukan dengan cara yang baik. tidak semua perbuatan baik juga menghasilkan hal baik. lalu apakah dengan begitu kita tak perlu berbuat baik agar tidak membuat ketidakbaikan?

"untuk tidak pernah melakukan kesalahan, maka jangan pernah melakukan apapun". kalimat ini merupakan modifikasi dari pernyataan yang ada di salah satu blog saudara saya, yaitu ikram dan dijadikan tagline blognya. kaitannya pernyataan tersebut dengan melakukan kebaikan? silakan cari sendiri ^^ yang jelas, kalimat tersebut mengingatkan bahwa semua prilaku kita pasti ada yang menilainya secara negatif.

Sunday, 16 September 2007

informasi dan konfirmasi

bagi pengguna internet, terutama yang sering beraktivitas menggunakan fasilitas instant messenger, seperti YIM, Gtalk, dan MSN messenger, tentunya pernah mendengar kata "hoax". hoax adalah berita bohong tentang sesuatu hal. terkadang hoax hampir mirip dengan kebenaran, bahkan ada pula bagiannya yang memang sebuah kebenaran. umumnya hoax di indonesia -berdasarkan pengamatan saya- berkembang dengan subur.

hoax terbaru yang saya dapatkan adalah tentang kata "4JJ1". 4JJ1 -dalam hoax yang saya dapatkan- merupakan sebuah singkatan. adapun kepanjangan dari 4JJ1 -masih berdasarkan hoax- adalah "for judas, jesus and isa al masih". mengapa saya menyatakan hal ini adalah sebuah hoax? sebab setelah saya konfirmasi kepada pengirim pesan ataupun kepada teman-teman saya yang mendapatkan pesan tersebut, sama halnya dengan berita-berita yang masuk dalam kategori hoax, berita tentang 4JJ1 memiliki sumber informasi yang tidak jelas berasal dari mana. selain itu penghubungan 4JJ1 dengan "judas", "jesus", dan "isa al masih" berdasarkan informasi dari teman saya yang seorang nasrani, merupakan sebuah pemaksaan. atau dengan kata lain bukan sebuah informasi yang benar, sebab umat nasrani dan kristiani tidak mengenal kata "isa al masih". lagi pula kata "jesus" tidak layak disandingkan dengan kata "judas" yang dianggap sebagai seorang pengkhianat (masih berdasarkan sumber informasi dari teman saya).

penyebaran hoax tersebut berkaitan dengan salah satu cara penulisan lafadz Allah. saya sendiri menuliskan 4JJ1 karena komputer yang saya gunakan belum menggunakan huruf arab, karena untuk menggunakan huruf arab perlu menginstall atau mengcopy terlebih dahulu font arabic ke dalam komputer, dan perlu keyboard yang memiliki petunjuk dimana huruf arab yang saya butuhkan berada.

saya berani menggunakan kata 4JJ1, karena saya menemukannya sendiri, (bukan berarti saya yang pertama kali menyebarkan kata ini). saya menuliskan "4JJ1" sebagai alternatif penulisan "Allah", sebab yang saya tahu penulisan "Allah" ada pada injil.

meskipun memiliki tujuan yang baik, yaitu agar kita berhati-hati terhadap penulisan sesuatu kata, namun sayangnya hal ini diiringi dengan sebuah kebohongan, yang sayangnya lagi masih banyak orang indonesia yang langsung menerimanya secara mentah. informasi yang ada saat ini, terutama di internet masih banyak yang harus dikonfirmasi ulang terlebih dahulu sebelum kita terima.

informasi-informasi yang ada terkadang memang benar secara utuh, dalam arti informasinya benar dan tujuan penyampaian beritanya pun benar. ada juga informasi yang benar namun tidak utuh, maksudnya adalah informasi yang ada memang berasal dari kenyataan yang ada, namun ada kebenaran-kebenaran lainnya yang tidak disampaikan, sehingga opini pembacanya mengalami penyesatan dan bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya. selain kedua jenis informasi tersebut ada juga informasi yang bahkan tidak mengandung kebenaran sama sekali. atau orang menyebutnya informasi palsu atau berita bohong.

untuk contoh informasi yang benar secara utuh, atau pun contoh dari informasi palsu tampaknya tak perlu di tuliskan di sini, silakan cari sendiri. untuk contoh dari informasi yang benar namun tidak utuh silakan lihat kutipan di bawah ini :
Para pembunuh dan pemenggal bukanlah wajah asli Islam; mereka adalah wajah kejahatan. Mereka berusaha mengeksploitasi agama sebagai jalan menuju kekuasaan dan mendominasi wilayah Timur Tengah. Radikalisme Islam yg menjadi inspirasi mereka memiliki 2 alur utama. Pertama adalah Sunni ekstrim, dibentuk oleh Al Qaida dan sekutu terorisnya. Organisasi mereka memiliki gambaran yg menolak toleransi, menghancurkan (kelompok) yg tidak sependapat, dan menjustifikasi pembunuhan orang orang tidak bersalah demi mendapatkan kekuatan politik. Kami melihat hal ini pada pemerintahan brutal Taliban di Afghanistan, dimana para perempuan dicambuk di muka umum, para laki laki dipukuli karena tidak hadir dalam doa bersama, dan para gadis tidak dierbolehkan bersekolah.

Para ekstrimis ini berharap untuk menerapkan gambaran gelap yg sama pada seluruh wilayah Timur Tengah dengan mendirikan kekhalifahan radikal dan kejam yg terbentang dari Spanyol sampai Indonesia. Mereka membunuhi sesama Muslim di tempat seperti Algeria, Jordania, Mesir, dan Saudi Arabia dalam usaha memperlemah pemerintahannya. dan mereka membunuhi warga Amerika karena mereka mengetahui kita menghalagi jalan mereka. Hal tsb adalah alasan...

Kalimat berwarna biru adalah kalimat yg anda copas
tetapi ternyata ada kalimat lain (merah) yg menjelaskan apa bentuk dark vision yg dimaksud disitu

kutipan tersebut saya ambil dari forum diskusi dudung.net, tepatnya pada topik ini yang sedang membahas masalah Konfrensi Khilafah International. tidak ada maksud apa-apa dalam pengutipan ini. silakan renungkan apa yang awalnya ingin disampaikan oleh penyampai informasi pertama (yang warna biru), walaupun akhirnya (dalam kutipan ini saja) dipatahkan oleh penyampai informasi kedua (yang warna merah).

kesimpulan tulisan ini adalah, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu informasi yang didapat, agar tidak terjadi kesesatan berfikir. cerdaslah pula dalam mengolah informasi, sebab terkadang ada kebenaran yang ditutupi hanya agar opini yang terbentuk tidak sesuai dengan kenyataan, dan jika lebih banyak orang yang beropini salah dalam suatu hal maka justru yang dianggap sebagai kebenaran adalah yang salah.

Sunday, 2 September 2007

Dunia Transparan : di balik rencana-NYA

Benarkah sebuah mendapatkan kenikmatan itu pasti adalah sebuah anugerah dari 4JJ1? Benarkah segala kesulitan itu pasti adalah siksa dari 4JJ1? yakinkah bahwa ketika jalan buntu yang dihadapi adalah bentuk ketidakridloan 4JJ1 terhadap usaha yang sedang kita jalani? yakinkah bahwa segala kemudahan dalam menyelesaikan tugas berarti adalah sebuah bentuk keridloan 4JJ1 terhadap usaha kita? pernahkah terpikir bahwa ada hal lain di balik itu semua?

Banyak yang mengira bahwa mendapatkan sesuatu yang menyenangkan hati merupakan sebuah anugerah dari 4JJ1. sesuatu itu misalnya saja usaha yang bekembang sangat baik, mendapatkan kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan, bahkan mendapatkan istri yang cantik fisik dan hatinya (meskipun standar cantik fisik itu berbeda untuk setiap orang). Banyak pula yang mengira bahwa mengalami kebangkrutan dalam usaha yang dijalani, atau rintangan-rintangan sulit yang muncul saat menyelesaikan tugas atau bahkan khitbahan yang ditolak dan segala hal yang menyebabkan hati menjadi tidak enak adalah hukuman dari 4JJ1. Hanya sedikit orang yang melihat bahwa hal-hal tersebut bisa jadi merupakan hal yang sebaliknya. Lebih sedikit lagi orang yang melihat hal-hal tersebut sebagai rencana 4JJ1 dalam mempersiapkan hamba-Nya untuk menghadapi hal lain.

Terkait dengan rencana 4JJ1, bentuk pengabulan do'a pun adalah salah satu dari bagian grand design-Nya, sebab Dia akan selalu memberikan apa yang hamba-Nya butuhkan, bukan apa yang hamba-Nya inginkan. Ada sebuah film buatan Amerika yang mencantumkan sabuah kalimat bijak yang kira-kira artinya adalah "ketika kita meminta keberanian, maka tuhan akan memberikan peluang untuk menjadi berani. Ketika kita meminta kebahagiaan, maka tuhan akan memberikan peluang untuk menjadi bahagia". Kalau penasaran dengan film apa yang saya maksud, ada beberapa petunjuk untuk mengetahuinya. Pertama, judul film ini mirip salah satu film yang diperankan oleh Jim Carey. Kedua, tokoh utama berperan sebagai Nabi Musa As sekaligus tugasnya. Petunjuknya cukup itu saja.

Kembali ke persoalan rencana 4JJ1, masalah pengabulan do'a bukan berarti menyatakan bahwa tuhan tidak merencanakan atau lebih tepatnya tidak menyiapkan sesuatu mengalami perubahan kondisi, misalnya ada seorang pengecut yang memohon untuk menjadi pemberani, do'anya dkabulkan dengan cara 4JJ1 memberikan peluang untuk menjadi berani. Hal tersebut justru menunjukan betapa rencana 4JJ1 sangat rinci, sebab 4JJ1 telah memberikan beragam pilihan yang harus diambil oleh seseorang untuk benar-benar menjadi manusia melalui pengalaman.

Opini "kenikmatan adalah anugerah dan kesulitan adalah hukuman merupakan sebuah kesalahan" bisa dikuatkan dengan dua buah kisah perjalanan dua orang manusia. Mari kita mengingat kembali kisah tentang Nabi Suaib As. dan Qorun. Apa kesalahan Nabi Syuaib hingga harus mengalami kesulitan begitu lama? Apa amalan Qorun sehingga mendapatkan kenikmatan begitu besar? Apakah 4JJ1 telah salah mengirim anugerah dan hukuman? tentu jawaban pertanyaan terakhir adalah "tidak", sebab 4JJ1 tidak mungkin berbuat kesalahan. Hal yang menimpa Nabi Syuaib As. dan Qorun merupakan rencana 4JJ1 bagi mereka dan juga bagi dunia.

Memang, manusia hanya bisa merencanakan sesuatu, dan memang 4JJ1 lah penentu segala hal. Namun, 4JJ1 selalu memberi pilihan, sebab Dia pernah berkata, yang terjemahan bebasnya adalah "Dia tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu memilih untuk merubah dirinya sendiri".

bersambung